Ini adalah sejarah singkat sulap yang telah saya selidiki dan kumpulkan dari berbagai literatur dan film.
Rahasia sulap telah diberikan oleh para pesulap sejak zaman prasejarah. Diajarkan turun temurun dari generasi satu ke generasi yang lain sampai sekarang. Sayang sekali, dari perjalanan sejarah tentang sulap telah dinodai oleh para pemuja setan yang menggunakan sihir.
Walau di zaman modern telah diketahui adanya perbedaan antara hypnosis dengan magnetisme, tetapi karena sejarah panjang yang awalnya dipakai oleh para penyihir membuat orang awam mempunyai pandangan negatif, baik itu pada hypnosis maupun pada sulap. Karena perbuatan penyihir itu, banyak orang meng-anggap suatu kejadian yang tampaknya ajaib itu selalu berhubungan dengan kuasa supranatural yang jahat. Iblis jelek yang selalu salah itu dituduh berada di balik “keajaiban” yang terjadi dalam sulap. Seharusnya kita dapat membedakan yang mana mujizat asli dengan mujizat palsu, membedakan yang mana ilusi sihir dengan permainan.
Pada tahun 600 SM penulis Zoroaster menciptakan konsep magic dan okultisme. Saat itu merupakan zaman pembuangan bangsa Yahudi dibawah kekuasaan bangsa Persia. Para imam-imam dari agama Zoroaster ini sering melakukan perbuatan-perbuatan ajaib yang merupakan campuran sihir dan sulap. Kata Magic itu sendiri berasal dari bahasa Persia kuno“Magu” yaitu kata imam dari agama Zoroaster di Persia kuno.
Sihir, ilmu filsafat, matematika dan obat-obatan yang ada saat itu membuat orang-orang semakin tidak percaya sulap sebagai seni. Ditambah dengan orang-orang kafir yang menggabungkan sihir dengan nama Kristus menambah stigma bagi pesulap sehingga disamakan dengan penyihir. Keberadaan para pesulap sejak zaman itu disamakan dengan murid-murid sihir hitam dan dianggap hina.
Disekitar abad-abad awal sesudah Masehi, akar okultisme yang begitu kental membuat prakek-praktek sulap dianggap sebagai pemujaan setan. Ini terbukti pada saat Paus Alexader IV melarang segala bentuk sulap. Setiap orang yang mempraktekkannya akan dihukum karena dianggap sebagai murid setan sihir ilmu hitam. Ini membuat sulap semakin terpuruk.
Namun, berawal dari terbukanya wawasan baru oleh Reginal Scott menulis buku tentang sulap yang pertama “The Discoverie of Witchcraft” pada tahun 1584, yaitu satu buku mengenai pemahaman sulap yang benar membuat sulap mulai diterima oleh umum. Di awal abad XVII, Isaac Fawkes membuat suatu pertunjukan di London. Ia merupakan pesulap pertama yang mengadakan pertunjukkan sulap dengan menarik uang tiket masuk bagi kelas atas. Fawkes dan pesulap-pesulap lainnya berhasil mengangkat sulap ke dalam suatu pertunjukkan seni. Para pesulap melakukan pertunjukkan keliling atau bermain di pasar-pasar malam.
Sulap modern di atas panggung menjadi populer mulai tahun 1770an. Tahun 1798 di Paris dipertunjukkan “The Phantasmagoria”. The Phantasmagoria dipopulerkan oleh seorang Pbisnis Pertunjukan Belgia, Éttiene-Gaspard Robertson dan pertunjukkan the Phantasmagoria ditunjukkan juga oleh seorang magician bernama Paul de Philipsthal. Tahun 1845 Jean Eugene Robert Houdin menampilkan ilusi “Eternal Suspension”, yaitu trik mengambang di udara. Robert Houdin menjadi bapa sulap modern karena ia menggabungkan iptek, mesin, listrik dan optical illutionsyang kemudian dikembangkan oleh pesulap-pesulap lain pada tahun-tahun setelah kejayaannya.
Tahun - tahun setelah itu muncullah sederetan pesulap yang menjadi terkenal seperti Harry Houdini (escape trick), Howard Trhruston (Floating Ladies), Amendo Vacca (Comedy magician), Jarrow (Growing Paper), Philip Foxwell, Mark Wilson (pesulap TV), Harry Kellar, Dog Henning (Levitation), Siegfried & Roy (sulap menggunakan binatang buas) sampai pada David Copperfield.
Di Indonesia ada Marijoen VM (Ventriloqoist Magician), Mr. Robin, sampai saat ini berturut-turut muncul pesulap-pesulap baru seperti Deddy Corbuzier, Rommy Rafael, Demian, Uya Kuya dan lainnya. Semuanya adalah pesulap di bidang Entertain. Sangat disayangkan beberapa pesulap di Indonesia itu mempunyai kostum dan make up yang menyeramkan. Walau dengan tujuan untuk trade mark mereka dan memberi kesan msterius tapi orang lain bisa saja salah kaprah. Lihat saja Limbad, seorang dukun terkenal di Kaltim, tempat saya berpijak, profesi dia membuat orang masih percaya sulap itu adalah sihir. Belum lagi penampilan Deddy Corbuizer yang semakin mirip dengan kairan Ming, Musuh Falsh Gordon yang mirip Drakula. Demian sendiri mengambil nama dari nama anak setan. Uh, ada-ada saja. Mau terkenal kok cari sensasi yang aneh-aneh...
Puji Tuhan, pesulap-pesulap yang ada bukan hanya mementingkan popularitas dan uang saja dalam tujuan hidupnya tetapi ada juga pesulap-pesulap Kristen yang bergerak di “cabang” sulap baru, yaitu “Gospel Magic” (Sulap Injil). Pendeta C. H. Woolston* pada tahun 1910 menerbitkan buku sulap Injil “Seing Truth”. Woolston merupakan pesulap Injil pertama yang menggunakan sulap untuk ilustrasi dalam pelajaran Alkitab. Ia juga menyelenggarakan konvensi sulap Injil pertama pada tanggal 18 Januari 1917.
Selain Woolston, ada juga Philip Foxwell, ia adalah pesulap terkenal di tahun 1930-an dengan permainan yang mirip Harry Houdini dan Thruston. Pada tahun 1937 ia mendapatkan penghargaan International Brotherhood of Magician Convention. Jika disejajarkan dengan era 90-an, ia sama seperti David Copperfield karena telah menjadi pesulap terbaik di dunia.
Di Indonesia, pesulap yang bergerak di bidang Gospel Magic belum sebanyak pesulap sekuler. Di Jakarta ada Brotherhood of Gospel Magician yang didirikan bersama Bing Rahardja, Pdt Dwi Handoyo dan Bpk Howad Tika, yang menyediakan pelayanan sulap Injil tanpa membedakan denominasi gereja. Seorang pesulap sekuler bernama Bing Rahardja (kelahiran Rembena 8 September 1960) memakai metode Sulap injil yang diawal pelayananya ditantang oleh banyak pendeta yang tidak punya pengetahuan tentang sulap.
Selain mereka, ada juga pesulap Kristen kelahiran Singapura yang bernama Lee Randolph Robertson. Pada tahun 1988 datang ke Indonesia sebagai missionaris dalam wadah Yayasan Tata Evangelisasi Lengkap. Dengan ketrampilannya bermain sulap, ia telah menyampaikan kebenaran firman Tuhan ke berbagai daerah di Indonesia.
Anak-anak Tuhan adalah history maker! Para pesulap yang cinta Tuhan telah membuktikannya. Mereka menggunakan sulap untuk penjangkauan jiwa-jiwa dan mengajarkan kebenaran firman Tuhan. Sudah seharusnya kita pun demikian. Seperti Tuhan Yesus yang menggunakan metode perumpamaan dalam mengajar, kita bisa juga memakai metode perum-pamaan dengan menggunakan contoh-contoh visual atau perumpamaan berupa media alat peraga (sulap).
Nb:
Ini karyaku yang aku tulis ulang dari webku pertama : http://wezt.multiply.com/ sebagai bahan seminar Gospel magic di kampusku, Jakaarta... Sayang , hingga kini aku sudah menemukan dua buku di TB.G dan TB.K yang ternyata berisi tulisanku kata perkata.... Tuhan memberkati orang-orang yang mengopi dengan menyertakan sumberny, dan, Untuk para penjiplak, aku serahkan semua pada Tuhan. Dia tahu yang terbaik...Aku mengampunimu.... Gbu.
Rahasia sulap telah diberikan oleh para pesulap sejak zaman prasejarah. Diajarkan turun temurun dari generasi satu ke generasi yang lain sampai sekarang. Sayang sekali, dari perjalanan sejarah tentang sulap telah dinodai oleh para pemuja setan yang menggunakan sihir.
Walau di zaman modern telah diketahui adanya perbedaan antara hypnosis dengan magnetisme, tetapi karena sejarah panjang yang awalnya dipakai oleh para penyihir membuat orang awam mempunyai pandangan negatif, baik itu pada hypnosis maupun pada sulap. Karena perbuatan penyihir itu, banyak orang meng-anggap suatu kejadian yang tampaknya ajaib itu selalu berhubungan dengan kuasa supranatural yang jahat. Iblis jelek yang selalu salah itu dituduh berada di balik “keajaiban” yang terjadi dalam sulap. Seharusnya kita dapat membedakan yang mana mujizat asli dengan mujizat palsu, membedakan yang mana ilusi sihir dengan permainan.
Pada tahun 600 SM penulis Zoroaster menciptakan konsep magic dan okultisme. Saat itu merupakan zaman pembuangan bangsa Yahudi dibawah kekuasaan bangsa Persia. Para imam-imam dari agama Zoroaster ini sering melakukan perbuatan-perbuatan ajaib yang merupakan campuran sihir dan sulap. Kata Magic itu sendiri berasal dari bahasa Persia kuno“Magu” yaitu kata imam dari agama Zoroaster di Persia kuno.
Sihir, ilmu filsafat, matematika dan obat-obatan yang ada saat itu membuat orang-orang semakin tidak percaya sulap sebagai seni. Ditambah dengan orang-orang kafir yang menggabungkan sihir dengan nama Kristus menambah stigma bagi pesulap sehingga disamakan dengan penyihir. Keberadaan para pesulap sejak zaman itu disamakan dengan murid-murid sihir hitam dan dianggap hina.
Disekitar abad-abad awal sesudah Masehi, akar okultisme yang begitu kental membuat prakek-praktek sulap dianggap sebagai pemujaan setan. Ini terbukti pada saat Paus Alexader IV melarang segala bentuk sulap. Setiap orang yang mempraktekkannya akan dihukum karena dianggap sebagai murid setan sihir ilmu hitam. Ini membuat sulap semakin terpuruk.
Namun, berawal dari terbukanya wawasan baru oleh Reginal Scott menulis buku tentang sulap yang pertama “The Discoverie of Witchcraft” pada tahun 1584, yaitu satu buku mengenai pemahaman sulap yang benar membuat sulap mulai diterima oleh umum. Di awal abad XVII, Isaac Fawkes membuat suatu pertunjukan di London. Ia merupakan pesulap pertama yang mengadakan pertunjukkan sulap dengan menarik uang tiket masuk bagi kelas atas. Fawkes dan pesulap-pesulap lainnya berhasil mengangkat sulap ke dalam suatu pertunjukkan seni. Para pesulap melakukan pertunjukkan keliling atau bermain di pasar-pasar malam.
Sulap modern di atas panggung menjadi populer mulai tahun 1770an. Tahun 1798 di Paris dipertunjukkan “The Phantasmagoria”. The Phantasmagoria dipopulerkan oleh seorang Pbisnis Pertunjukan Belgia, Éttiene-Gaspard Robertson dan pertunjukkan the Phantasmagoria ditunjukkan juga oleh seorang magician bernama Paul de Philipsthal. Tahun 1845 Jean Eugene Robert Houdin menampilkan ilusi “Eternal Suspension”, yaitu trik mengambang di udara. Robert Houdin menjadi bapa sulap modern karena ia menggabungkan iptek, mesin, listrik dan optical illutionsyang kemudian dikembangkan oleh pesulap-pesulap lain pada tahun-tahun setelah kejayaannya.
Tahun - tahun setelah itu muncullah sederetan pesulap yang menjadi terkenal seperti Harry Houdini (escape trick), Howard Trhruston (Floating Ladies), Amendo Vacca (Comedy magician), Jarrow (Growing Paper), Philip Foxwell, Mark Wilson (pesulap TV), Harry Kellar, Dog Henning (Levitation), Siegfried & Roy (sulap menggunakan binatang buas) sampai pada David Copperfield.
Di Indonesia ada Marijoen VM (Ventriloqoist Magician), Mr. Robin, sampai saat ini berturut-turut muncul pesulap-pesulap baru seperti Deddy Corbuzier, Rommy Rafael, Demian, Uya Kuya dan lainnya. Semuanya adalah pesulap di bidang Entertain. Sangat disayangkan beberapa pesulap di Indonesia itu mempunyai kostum dan make up yang menyeramkan. Walau dengan tujuan untuk trade mark mereka dan memberi kesan msterius tapi orang lain bisa saja salah kaprah. Lihat saja Limbad, seorang dukun terkenal di Kaltim, tempat saya berpijak, profesi dia membuat orang masih percaya sulap itu adalah sihir. Belum lagi penampilan Deddy Corbuizer yang semakin mirip dengan kairan Ming, Musuh Falsh Gordon yang mirip Drakula. Demian sendiri mengambil nama dari nama anak setan. Uh, ada-ada saja. Mau terkenal kok cari sensasi yang aneh-aneh...
Puji Tuhan, pesulap-pesulap yang ada bukan hanya mementingkan popularitas dan uang saja dalam tujuan hidupnya tetapi ada juga pesulap-pesulap Kristen yang bergerak di “cabang” sulap baru, yaitu “Gospel Magic” (Sulap Injil). Pendeta C. H. Woolston* pada tahun 1910 menerbitkan buku sulap Injil “Seing Truth”. Woolston merupakan pesulap Injil pertama yang menggunakan sulap untuk ilustrasi dalam pelajaran Alkitab. Ia juga menyelenggarakan konvensi sulap Injil pertama pada tanggal 18 Januari 1917.
Selain Woolston, ada juga Philip Foxwell, ia adalah pesulap terkenal di tahun 1930-an dengan permainan yang mirip Harry Houdini dan Thruston. Pada tahun 1937 ia mendapatkan penghargaan International Brotherhood of Magician Convention. Jika disejajarkan dengan era 90-an, ia sama seperti David Copperfield karena telah menjadi pesulap terbaik di dunia.
Di Indonesia, pesulap yang bergerak di bidang Gospel Magic belum sebanyak pesulap sekuler. Di Jakarta ada Brotherhood of Gospel Magician yang didirikan bersama Bing Rahardja, Pdt Dwi Handoyo dan Bpk Howad Tika, yang menyediakan pelayanan sulap Injil tanpa membedakan denominasi gereja. Seorang pesulap sekuler bernama Bing Rahardja (kelahiran Rembena 8 September 1960) memakai metode Sulap injil yang diawal pelayananya ditantang oleh banyak pendeta yang tidak punya pengetahuan tentang sulap.
Selain mereka, ada juga pesulap Kristen kelahiran Singapura yang bernama Lee Randolph Robertson. Pada tahun 1988 datang ke Indonesia sebagai missionaris dalam wadah Yayasan Tata Evangelisasi Lengkap. Dengan ketrampilannya bermain sulap, ia telah menyampaikan kebenaran firman Tuhan ke berbagai daerah di Indonesia.
Anak-anak Tuhan adalah history maker! Para pesulap yang cinta Tuhan telah membuktikannya. Mereka menggunakan sulap untuk penjangkauan jiwa-jiwa dan mengajarkan kebenaran firman Tuhan. Sudah seharusnya kita pun demikian. Seperti Tuhan Yesus yang menggunakan metode perumpamaan dalam mengajar, kita bisa juga memakai metode perum-pamaan dengan menggunakan contoh-contoh visual atau perumpamaan berupa media alat peraga (sulap).
note: *)
C. H. Woolston adalah seorang penulis lagu terkenal "Jesus loves the little children"
ini lirik lengkapnya:
Jesus calls the children dear,
Come to Me and never fear,
For I love the little children of the world;
I will take you by the hand,
Lead you to the better land,
For I love the little children of the world.
Refrain
Jesus loves the little children,
All the children of the world.
Red and yellow, black and white,
All are precious in His sight,
Jesus loves the little children of the world.
All the children of the world.
Red and yellow, black and white,
All are precious in His sight,
Jesus loves the little children of the world.
[Alternate refrain:
Jesus died for all the children,
All the children of the world.
Red and yellow, black and white,
All are precious in His sight,
Jesus died for all the children of the world.]
All the children of the world.
Red and yellow, black and white,
All are precious in His sight,
Jesus died for all the children of the world.]
Jesus is the Shepherd true,
And He’ll always stand by you,
For He loves the little children of the world;
He’s a Savior great and strong,
And He’ll shield you from the wrong,
For He loves the little children of the world.
And He’ll always stand by you,
For He loves the little children of the world;
He’s a Savior great and strong,
And He’ll shield you from the wrong,
For He loves the little children of the world.
Refrain
I am coming, Lord, to Thee,
And Your soldier I will be,
For You love the little children of the world;
And Your cross I’ll always bear,
And for You I’ll do and dare,
For You love the little children of the world.
And Your soldier I will be,
For You love the little children of the world;
And Your cross I’ll always bear,
And for You I’ll do and dare,
For You love the little children of the world.
Refrain
Nb:
Ini karyaku yang aku tulis ulang dari webku pertama : http://wezt.multiply.com/ sebagai bahan seminar Gospel magic di kampusku, Jakaarta... Sayang , hingga kini aku sudah menemukan dua buku di TB.G dan TB.K yang ternyata berisi tulisanku kata perkata.... Tuhan memberkati orang-orang yang mengopi dengan menyertakan sumberny, dan, Untuk para penjiplak, aku serahkan semua pada Tuhan. Dia tahu yang terbaik...Aku mengampunimu.... Gbu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.