Keajaiban-keajaiban yang terjadi di dalam dunia sulap itu terjadi dengan penjelasan yang sederhana dan masuk akal. Tetapi keajaiban tersebut bukanlah keajaiban yang sebenarnya. Mujizat yang terjadi bukanlah mujizat yang sebenarnya. Sebagai orang Kristen, tentu saja kita harus lebih percaya akan mujizat yang dilakukan oleh Tuhan. Ini sangat berbeda dengan “mujizat” yang pesulap lakukan. Yesus dapat berbuat keajaiban karena Dia adalah Allah yang ajaib. Ia punya kuasa untuk membuat mujizat. Kita harus dapat memisahkan dan membedakan mana yang mujizat dan mana yang bukan. Jika meminta untuk menyembuhkan orang dengan sulap berarti itu adalah kebodohan. Sulap hanya ilustrasi, bukan mujizat untuk menyembuhkan orang sakit.
Memang kita punya kuasa, dan kita dapat dipakai Yesus untuk melakukan mujizat atau keajaiban yang sebenarnya. Ini bukan dalam konteks permainan sulap tetapi karena Allah mengijinkan kuasa mujizatNya bekerja melalui kita. Oleh sebab itu, sebagai seorang pesulap Injil kita harus memberitahu bahwa permainan sulap kita itu bukan karena kita memiliki kuasa khusus tetapi karena merupakan ketrampilan, kecepatan tangan dan alat sulap yang kita miliki.
Untuk menjadi pesulap junior tidak memerlukan biaya yang mahal. Cukup dengan membuat alat-alat sulap sendiri atau memakai barang-barang yang ada di sekitar kita seperti tali, gunting, sapu tangan, koin, gelas, dll. Setelah dapat memainkan beberapa trik sulap yang sederhana, tetaplah belajar dan berlatih terus hingga pada trik sulap yang sulit. Setelah itu, lengkapi koleksi alat sulap dengan peralatan sulap yang lebih baik di toko sulap atau para pesulap yang menjual alat sulap.
Sebagai persiapan untuk menjadi seorang pesulap, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, yaitu kita harus berpenampilan sopan. Memakai pakaian, aksesori atau dandanan yang wajar, tidak aneh atau menyeramkan. Pergunakanlah bahasa yang tepat dan sesuai dengan audience yang hadir. Banyaklah mengucapkan ayat dengan cara menghafal atau dengan meminta salah seorang audience membacakannya. Jangan memberikan kesan mengkhotbahi atau menggurui.
Suatu saat ketika saya mengikuti acara KKR di Banjarmasin, saya melihat seorang pendeta yang meminta bantuan salah satu jemaat untuk membantu mengilustrasikan khotbahnya. Yang diterima jemaat bukan pesan yang disampaikan pendeta tersebut tetapi kesan lucu karena jemaat yang membantu pendeta tersebut dipermalukan di depan banyak orang. Ini tidak etis, oleh sebab itu jika kita memakai asisten, perlakukanlah dia dengan baik dan hormat. Jangan menjadikannya bahan tertawaan. Ucapkanlah terimakasih usai ia membantu.
Jangan memakai alat-alat yang baru dipelajari atau yang baru dibeli. Gunakanlah alat-alat yang telah dikuasai dengan baik. Peralatan yang rusak harus diganti dan jangan dipakai lagi. Pastikan alat sulap yang dipakai itu berfungsi dengan baik sebelum dipakai. Jika peralatan yang dipakai itu beresiko tinggi tidak berfungsi, siapkan peralatan cadangan. Alat sulap jangan diletakkan disembarang tempat karena akan menarik perhatian orang lain untuk memegang dan membongkar rahasia sulap anda. Gunakan simbol-simbol Kristen yang sesuai dengan tema pesan atau firman Tuhan yang disampaikan. Jangan memaksakan pengertian yang tidak sinkron dengan alat yang dipakai.
Sebagai pesulap, kita harus menambah wawasan. Belajarlah Psikologi Persuasi agar dapat memperkuat tata bahasa yang dipergunakan dan juga berguna untuk menciptakan situasi yang baru dan menarik. Bahkan ada pelajaran yang dapat dipergunakan dalam sulap untuk mendeteksi kebohongan lawan bicara. Pantomim, seni peran dan seni olah vokal sebaiknya dipelajari karena berkaitan dengan satu pertunjukan sulap.
Metode yang digunakan dan materi yang disampaikan harus dalam urutan tertentu dan telah dipersiapkan sebelumnya. Seperti halnya khotbah, susunlah trik secara menarik. Lakukanlah misdirection dengan cara halus. Misalnya dengan melihat ke arah berlawanan dengan benda yang akan “dihilangkan” atau bisa juga dengan menggunakan alat Bantu berupa tongkat sulap, pensil, gunting, sapu tangan atau benda lain yang dapat dipakai.
Perhatikan selalu beberapa etika dalam sulap seperti:
· Pergunakanlah istilah yang mudah dimengerti dan sesuai dengan tingkat usia atau intelegensi audience.
· Pakai istilah positif dan istilah-istilah yang dipakai dalam kekristenan.
· Jangan mengulangi trik yang sama pada audience yang sama. Mengulangi trik akan membuka rahasia, kecuali dengan memberikan kejutan baru pada trik kedua.
· Hargai pesulap lain dengan tidak membeberkan rahasianya pada orang lain pada saat pertunjukkan. Rahasia sulap boleh dibuka hanya untuk mengajarkan pada pesulap baru.
· Jangan menjiiplak gaya pesulap lain. Trik boleh sama tetapi tampilkan dengan gaya sendiri.
· Selalu jujur pada audience bahwa “keajaiban” yang dibuat bukan dari sihir, melainkan hanya trik ilusi.
· Tampillah dengan menarik dan sopan dihadapan audience.
Ingatlah istilah Practice Make Prefect! Oleh sebab itu, latih, latih dan terus berlatih sampai semua gerakan menjadi semakin baik. Berlatih di depan cermin membuat Anda seperti melihat orang lain yang sedang bermain sulap. Minta feedback dari asisten atau audience tentang penampilan Anda. Perbaiki kekurangan yang ada dan sempurnakan dengan latihan yangtiada henti.
Saya akan memberikan beberapa contoh trik yang sering saya mainkan. Ini merupakan dasar dari trik-trik sulap, untuk menjadi pesulap yang profesional maka kita harus mengembangkannya. Jangan hanya meniru apa yang sudah ada. Satu gitar bisa dimainkan oleh orang yang berbeda namun permainannya belum tentu sama. Begitu juga dengan sulap, diperlukan kreatifitas sendiri untuk menampilkan gaya pribadi yang khas. Dengan menggunakan imajinasi, kita semua dapat menciptakan gaya maupun alat sulap baru. Sulap sama dengan teknologi yang terus berkembang tiada habisnya.
Life is Magi
Saya akan memberikan beberapa contoh trik yang sering saya mainkan. Ini merupakan dasar dari trik-trik sulap, untuk menjadi pesulap yang profesional maka kita harus mengembangkannya. Jangan hanya meniru apa yang sudah ada. Satu gitar bisa dimainkan oleh orang yang berbeda namun permainannya belum tentu sama. Begitu juga dengan sulap, diperlukan kreatifitas sendiri untuk menampilkan gaya pribadi yang khas. Dengan menggunakan imajinasi, kita semua dapat menciptakan gaya maupun alat sulap baru. Sulap sama dengan teknologi yang terus berkembang tiada habisnya.
Contoh-contoh pada postingan berikut di blog ini akan saya paparkan untuk dipelajari, mudah dipraktekkan dan peralatan yang dipakaipun mudah didapat. Pelajari bukan hanya rahasianya saja tetapi juga pelajari secara seksama bagaimana presentasi dan pesan rohaninya.
Life is Magi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.