Tampilkan postingan dengan label Kontoversi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kontoversi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juli 2015

Ini masih bercerita tentang hipnotis.

Ini masih bercerita tentang sulap, dan hipnotis menurut pak Erich.




Kata sulap, hipnotis, black magic sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Di sebuah TV swasta juga terdapat acara hiburan yang mencari seorang master magician. Pada bagian ini, kami akan mengulas banyak hal tentang sulap, hipnotis, black magic, serta acara tersebut lewat seorang Bpk. Erich Unarto yang dahulu pernah berprofesi sebagai pesulap (magician) dan juru hipnotis yang sekarang ini sudah bertobat.

Perkenalan terhadap dunia sulap dimulai sejak beliau duduk di bangku SMA. Erich belajar dari buku-buku sulap, korespondensi dengan sumber dari luar negeri, serta berguru pada guru sulap di kota Bandung. Keahlian sulapnya membuatnya menerima panggilan sulap untuk acara-acara tertentu di Jakarta. Seorang Erich muda selalu memperdalam ilmu sulapnya, hingga suatu saat dia diajak ke dukun di Bandung, singkat cerita dukun tersebut mengangkat Erich muda sebagai muridnya. Dari dukun tersebut Erich belajar black magic (saat itu disebut white magic karena ia belum mengerti). Banyak ilmu yang dipelajari dari dukun ini, antara lain ilmu pelet, ilmu menundukkan orang. Ilmu yang dipelajari belum dalam tingkat tinggi, namun kuasanya sudah dapat dirasakan. Hal yang paling menarik adalah ketika ilmu tersebut ditujukan kepada seorang dosen killer saat beliau kuliah di FEUI. Ketika sang dosen sudah terserang ilmu yang dilancarkan oleh Erich, maka dosen itu menjadi bersikap ramah kepadanya. Juga saat Erich muda akan dikeroyok oleh beberapa teman kampusnya, selesai membaca mantra-mantra, orang-orang tersebut lalu menjadi tunduk kepada Erich. Erich muda juga belajar hipnotis dari Ketua Himpunan Seniman Sulap Indonesia yang berada di Jakarta. Di Jakarta juga, Erich belajar ilmu sihir dari seseorang, yaitu ilmu untuk mengendalikan atau memerintah orang lain dengan kekuatan pikiran.

Ketika Erich mempelajari semua ilmu sulap, black magic, sihir, hipnotis, dll., ia memang sudah beragama Kristen, namun Kristen yang hanya sekedar agama. Beliau belum mengenal dan memiliki hubungan yang pribadi dengan Yesus. Hingga suatu kali, Erich yang saat itu duduk di tingkat 3 FEUI, dibawakan sebuah kaset kesaksian Jusuf Roni. Ketika mendengarkan kaset tersebut yang ternyata isinya adalah kesaksian Bapak Jusuf Roni yang dipenjarakan karena menjadi orang Kristen. Ia lalu memutuskan untuk tidak mendengarkannya lagi. Namun ada dorongan yang kuat untuk kembali mendengarkan kaset kesaksian itu. Roh Kudus bekerja saat itu. Selesai mendengarkan kesaksian tersebut, Erich hanya bisa menangis dan berpikir mengapa ada orang yang tadinya tidak percaya Yesus lalu bisa menjadi orang percaya yang begitu kuat imannya kepada Yesus, sementara ia sendiri yang sudah di dalam Yesus, malah tidak percaya kepada Yesus dan telah tersesat begitu jauh karena mempelajari black magic dll. Hal itu sungguh menemplak hati Erich. Momen itulah yang menjadi titik tolak pertobatan beliau.

Waktu berselang, hingga bulan April 1979, di Jakarta diadakan KKR besar yang diadakan oleh Full Gospel Bussiness Men’s Fellowship International di Hotel Mandarin yang dilayani oleh Ev. Mel Tari selama 3 hari. Erich datang di hari kedua. Lawatan Tuhan luar biasa saat itu. Erich merasa bahwa kotbah malam itu hanya ditujukan kepadanya saja, karena yang dibahas saat itu adalah perihal kuasa kegelapan. Erich merasa menjadi seorang terdakwa yang sedang dibongkar habis. Malam hari itu, Erich memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi.
Sejak saat itulah, Tuhan bekerja luar biasa di dalam diri Erich. Beliau mengikuti breakfast meeting setiap hari Selasa pagi di Hotel Indonesia yang diadakan oleh Full Gospel Bussiness Men’s Fellowship Internationa di Jakarta. Ia setia membaca dan mendalami Alkitab, dan kemudian beliau juga dimuridkan secara intensif oleh Moeder Joanna, seorang hamba Tuhan di Jakarta.
Keputusan untuk mengikut Tuhan Yesus harus dibayar mahal. Pak Erich selalu berdoa agar segala kuasa jahat, kutuk yang mengikat dirinya saat masih mendalami black magic dapat dipatahkan di dalam nama Tuhan Yesus. Tantangan dialami pula dari keluarga yang tidak suka dengan keputusannya untuk mengikut Yesus. Namun hal itu tidak menghalangi Erich untuk tetap setia kepada Tuhan Yesus.

Hobi sulap Erich ternyata masih susah ditinggalkan. Dan Erich merasa lama kelamaan hobinya justru menjadi yang utama dibanding Tuhan Yesus. Akhirnya untuk membuktikan bahwa beliau lebih mengasihi Yesus daripada hobi sulapnya, beliau membakar habis semua alat-alat sulapnya. Berat rasanya karena perlengkapan tersebut sudah dikumpulkan sejak lama, dan harganya pun tidak murah. Namun inilah bukti cinta kasih Erich kepada Tuhan Yesus.

• Pandangan terhadap sulap dan hipnotis.
Menurut beliau, definisi sulap sesungguhnya adalah sebuah trik yang berupa kecepatan tangan, teknik alat, permainan pencahayaan dan warna, yang mampu menipu penglihatan orang yang menyaksikannya. Jenisnya sangat banyak, antara lain sulap kecepatan tangan (sleight of hand atau close up), sulap mental (kekuatan pikiran), sulap koin, sulap kartu, sulap balon, sulap bayang-bayang tangan, sulap ventriloquist (memakai boneka yang seolah-olah bisa bicara).

Pada sulap di TV Swasta Nasional, Pak Erich mengamati bahwa tidak banyak peserta yang memakai trik sulap murni, kalaupun ada selalu saja kalah. Karena yang ditampilkan tidak lebih luar biasa daripada yang “lain”. Hal “lain” di sini mengacu pada pertunjukan sulap yang sudah tidak murni lagi, yaitu mencampur trik sulap dengan black magic. Adanya “kuasa lain” pada pertunjukan sulap inilah yang membuat pertunjukan menjadi lebih menarik. Dan sudah tentu para penonton akan sangat terhibur dengan acara seperti ini.

Segmen hipnotis juga ditampilkan pada acara ini. Pak Erich bercerita sesungguhnya hipnotis ini berhubungan dengan kuasa kegelapan. Saat beliau belajar hipnotis hanya membutuhkan waktu 5 menit. Sesudah itu bisa langsung dipraktekkan dan berhasil. Salah satu alasan Pak Erich mengatakan bahwa hipnotis adalah kuasa kegelapan karena pelajaran hipnotis biasanya diberikan oleh lembaga-lembaga kursus atau perorangan bersama-sama ilmu-ilmu yang aneh lainnya, misalnya ilmu tenaga dalam, rejeki, ilmu membuka cakra-cakra yang pada akhirnya seseorang bisa berhubungan dengan dunia roh lain. Pak Erich menyimpulan, "hipnotis" bukan berasal dari Tuhan tapi dari dunia kegelapan!

Satu hal menarik yang perlu dicermati adalah kebanyakan orang secara tidak sadar sudah menundukkan dan membuka diri terhadap seorang juru hipnotis. Dengan berpakaian serba hitam, ia ingin menampilkan sosok yang berwibawa, disegani dan “lebih” dari orang-orang pada umumnya. Sehingga orang yang melihat sudah beranggapan bahwa dirinya tidak ada apa-apanya dibanding orang itu. Hal inilah yang harus dihindari oleh kita sebagai orang Kristen. Jangan membuka celah dengan merasa lebih rendah oleh karena penampilan luar seseorang yang terlihat aneh atau membawa suasana magis, sehingga akhirnya kita menundukkan diri kepada sang juru hipnotis. Seharusnya kita yakin bahwa kita sudah diberi kuasa untuk mengalahkan Iblis, dan kita memiliki kuasa yang lebih besar dari kuasa apapun juga yang ada di dunia ini.
Beliau berpesan, sebagai umat Tuhan kita harus jeli melihat setiap pertunjukan yang ada. Harus diuji dulu kebenarannya dengan firman Tuhan. Dan kita harus memperlengkapi diri dengan firman Tuhan, agar bisa mengerti apa yang benar dan apa yang tidak benar.
Ada segi positif yang bisa diambil dari sulap ini. Saat ini banyak muncul Brotherhood of Gospel Magician atau pemberita-pemberita Injil yang menggunakan sulapan di dalam menyampaikan firman Tuhan. Guru-guru Sekolah Minggu banyak menggunakan sulapan di dalam penyampaian firman Tuhan kepada anak-anak agar lebih mudah menyerap inti sari dari firman Tuhan tersebut. Wow … kalau yang ini pasti menarik!
Nama : Erich Unarto
TTL : Palembang, 27 Maret 1957
Alamat : Kelapa Gading, Jakarta
Pelayanan : Pemimpin Redaksi Manna Sorgawi
Penulis buku rohani
Distributor Cenderamata Kristiani
Pimpinan Museum Benda-Benda Alkitab Yerushalayim


su
mber

Senin, 15 November 2010

Hypnosis dan Kekristenan

Sekitar dua bulan lalu, saya sharing dengan dosen Psikologi saya mengenai hypnosis. Sebenarnya ada dua pakar psikologi, satunya senior saya di radio, pak Rico. Tapi yang melajutkan sharing cuma pak Ongkie. Percakapan kami seperti ini:


Saya : Pak, apa pendapat bapak tentang Hypnosis?
Apa yang pak Ongkie tahu menurut sudut pandang seorang theolog dan pakar pendidikan?

Gsja, (melalui pak Budi Setiawan di web GSJA) melarang pemakaian hypnosis.

Tolong dishare ya pak.
Trims.
Gbu.
http://external.ak.fbcdn.net/safe_image.php?d=0da3258baed59edff3a151abe4e7d6b3&w=90&h=90&url=http%3A%2F%2Fgsja.org%2Fwp-content%2Fuploads%2F2009%2F09%2Fa-168.jpg
Ongkie H : Buat saya , hipnosis masuk wilayah abu abu. Dan wilayahnya luas banget. Abu abunya - abu abu banget. Saya selalu berpegang pada ajaran Rs Paulus, Untuk beberapa hal, bukan soal boleh - tidak boleh, tapi tidak ada gunanya....

Saya : Wah? Jawaban pak Ongkie jadi mengingatkanku waktu di kelas terjadi perdebatan tentang euthanasia dan in vitro vertilization. he he he...

Btw, bisa dijelaskan pengertiannya "wilayah abu-abu banget" dan "wilayahnya luas"? Maaf aku bertanya, soalnya sama pak Ongkie, sumbernya lebih terpecaya dibanding beberapa teman pendeta disini yang punya latar belakang sarjana psikologi namun memberikan penjelasan yang jelas-jelas gak jelas... he he he...

Satu lagi, seperti kata Paulus, "bukan soal boleh - tidak boleh, tapi tidak ada gunanya...." Nah... Bagaimana dengan penggunaan Hypnotherapy?

Dari 100 anak muda yang tergantung dengan masalah rokok, sekitar 90% bisa lepas dari rokok mereka melalui hypnotherapyku. Setelah itu, ada beberapa pendeta yang mengatakan aku tidak boleh memakainya... Karena rada bingung, aku bertanya ama pak Ongkie.

Dalam dunia entertain, aku memakai Stage Hypnosis untuk hiburan panggung atau street magic. Bukan Gospel Magic, tapi hanya tujuan membuat orang tertawa saja... Kalau untuk menghadapi anak-anak muda yang bermasalah, aku memakai hypnotherapy. Namun proses persuasinya tetap sama, hypnosis.

Bagaimana tanggapan pak Ongkie...?

Sekali lagi, trims ya.
Gbu.

Ongkie H: Saya tidak ingat apakah di angkatan v kita bicara soal Meditasi atau tidak? Alkitab menyinggung soal meditasi - merenungkan - to meditate , (Yunani = Meletao) yg di perintahkan utk dilakukan. (engga disuruh baca Alkitab loh )

Ternyata ada perbedaan antara meditasi kita : mengisi, memikirkan - kontemplasi Firman Tuhan, Tuhan Yesus, dll dengan meditasi sekuler, dimana terjadi pengosongan pikiran, konsentrasi pada nafas, mengarahkan daya nalar pada satu titik tertentu yang kemudian dibikin lenyap....

Pengosongan pikiran ini merupakan wacana mengapa saya tempatkan hipnose dalam daerah abu abu. Kalau bicara tentang etika Kristiani, 90% dari kesuksesan menolong ketergantungan rokok, tidak berarti bahwa penggunaan hypnoterapi paling benar.
Sama naif nya dengan bilang : Berkat Tuhan artinya kaya raya .

Saya sendiri tak berani sesumbar beri alasan alasan mengapa pengosongan pikiran , atau menjadikan seseorang masuk tingkatan hypnos, merupakan sesuatu yang "abu abu"
Seyogyanya "penyerahan diri" seseorang dilakukan kepada penundukan diri pada RK , dan bukan pada therapist.

Bukankah untuk kebaikan ? - mungkin timbul sanggahan.
Nah kita harus mundur lagi, dengan tanya, kebaikan apa ?
Apakah kebaikan di sini sama dengan kebaikan yang ada di Rom 8 : 28 ?
Yang artinya masuk pengalaman penderitaan - masuk era kesakitan - adversity - ternyata Tuhan aktif kerja untuk kebaikan.
Sekarang belum tahu...tapi penulis Roma itu satu saat bilang SEKARANG ( bukan saat ini tapi satu saat -- dia akan tahu )


Ini adalah bidang yang you pilih untuk jalani. Jadi, pada akhirnya harus ada pemunculan kesadaran / pemilihan dari diri sendiri.

Saya juga bergumul dengan beberapa hal serupa ,dan menyikapinya baik baik.
Makin banyak tanya - terutama dari pelbagai sumber, kamu makin bingung.
Makin banyak baca, tambah bingung.
Pada akhirnya, kamu harus tentukan sikap!

Saya tutup dengan kisah Yunus ya.
Dia mau kabur.
Dia cek, eh ada kapal . ( jaman dulu kapal tidak sesering *** *sia )
kebetulan !
Periksa duit, eh ada duit.
Kebetulan !
Cek availability kamar di dek / kelas.... eh ada
Kebetulan lagi !
Mungkin Yunus bilang : " Lihat tuh, Allah buka semua pintu, kebetulan2 ini membuktikan , bahwa saya berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan....." Padahal , ceritanya gak gitu kan ?

Salam,
p.s Sulap main main kecepatan tangan , persiasi sana persuasi sini, sih hemat saya oke oke saja. Saya sih gak suka pake istilah stage hypnosis.

Saya: Terimakasih untuk sharingnya pak Ongkie. Tenang aja pak, saya masih percaya Roh Kudus lebih dari kepintaran dan akal manusia.

Kalau soal hypnosis, yang aku tahu hypnosis itu tidak mengosongkan pikiran tetapi membuat pikiran menjadi sangat fokus. Aku belajar hypnosis dari literatur dan teman magician saya. Untuk pelajarannya dari Adi Gunawan.

Untuk gospel magic, dari sharing saya dengan Lee Randolph Robertson gospel magician bule tapi fasih bahasa Indonesianya, Om Bing Rahadja (Pendiri Brotherhood of Gospel Magician Indonesia) dengan pak Howard Tika. Dari om Bing, aku dapat masukan yang banyak tentang sulap untuk ilustrasi injil dan penggunaanya untuk penginjilan (Gospel Magic). Dari pak Howard, aku dapat masukan yang sama dengan Om Bing plus tentang hypnosis.

Latar belakang memang membuat jawaban berbeda yaitu boleh dan tidak boleh...

Gospel Magician memang menjadi pilihanku. Tapi bukan berarti aku semena-mena menhipnosis orang. Aku terlalu sesumbar mengatakan bahwa karena hypnotherapiku banyak anak yang telepas dari rokok. Sebanarnya mereka sendiri yang mau (istilahnya self-hypnosis). Menginjil dengan sulap berbeda dengan hipnotis. Dengan gospel magic memang menggunakan persuasi dan metafora. Sama seperti Tuhan Yesus memakai perumpamaan.

Saya mengerti dengan kisah Yunus (yang membuatku tertawa karena ada ****asia segala. he he he). Aku akan tetap memakai sulap sebagai metode penyampaian Injil (seperti pdt. Dwi Handoyo, pdt GSJA), dan tetap memberikan pendapat pribadi sebagai bahan pikir dan pertimbangan di blogku namun aku tidak perlu menggunakannya.

Sekali lagi, tenang aja pak, saya masih percaya Roh Kudus lebih dari kepintaran dan akal manusia. Sulap juga tidak bisa menandingi kehebatan kuasa Tuhan. he he he...


Senang bisa ngobrol ama pak Ongkie.

Gbu.

Selerti itulah percakapan kami. Memang masih menjadi kontroversi penggunaan hypnosis, ada yang mengijinkan, ada yang menolak dan ada juga yang co comment. Seperti yang telah disebutkan diatas, "Latar belakang memang membuat jawaban berbeda yaitu boleh dan tidak boleh."

Bagaimana dengan opini kalian?


I Korintus 10:23 "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.



Minggu, 03 Oktober 2010

Bolehkah Seorang Hamba Tuhan Belajar Hipnotis?

Ini artikel dari website GSSJA Indonesia. Maraknya pemakaian hipnotis dikalangan anak-anak Tuhan, terutama para hamba Tuhan yang menurut pak Budi: DILARANG..!!!


Untuk jelasnya baca artikel berikut ini.



a-167
Jika anda melihat bagaimana Romy Raphael, Yan Nurindra, dsb. anda mungkin tertarik. Dalam bayangan anda, mungkin orang-orang tertentu yang melayani Tuhan telah ‘menggunakan’ sejenis hipnotis sehingga kelihatannya mereka lebih ‘laku’ dalam pelayanan. Anda mungkin menduga bahwa ‘jatuh dalam kuasa Tuhan’, ‘kesembuhan di atas panggung’,  ‘tertawa dalam roh’, atau ‘kepenuhan Roh Kudus’ adalah sejenis hipnotis. Beberapanya mungkin benar begitu, tetapi tidak semua begitu. Saya tidak akan menyebut nama, tetapi para ahli hipnotis dapat tertawa kalau melihat beberapa jenis praktek hamba Tuhan dalam pelayanan. Mereka dengan mudah mengidentifikasi bahwa seorang hamba Tuhan ‘diduga’ menggunakan sejenis hipnotis.
Saya kutip pengakuan seseorang yang mempelajari hipnotis di sebuah web milik gereja tertentu :
“Kebetulan saya certified hypnotherapist dan instruktur hypnoterahapist, dan saya juga anak Tuhan namun saya tidak melihat kejanggalan apapun dalam prosedural hypnotist ini, bahkan peserta kamipun banyak yang pendeta kok. Mereka belajar bagaimana mensugesti dan menaruh pesan di pikiran bawah sadar seseorang supaya Firman Tuhan yang diajarkan bisa dilakukan bukan cuma lewat kuping kiri keluar kuping kanan. Seluruh hidup kita 80% digerakkan oleh pikiran bawah sadar, misalnya sambil menyetir bisa main HP tapi tidak nabrak, nonton sinetron bisa sambil nangis, dan lainnya. Jadi tidak ada sama sekali yang bertentangan dengan ajaran agama kok, mungkin pandangan orang saja tentang hypnotist yang masih mistis banget…”
Adanya segelintir ‘hamba Tuhan’ yang menggunakan hipnotisme dalam pelayanan tidak boleh membuat kita menafikkan pekerjaan Roh Kudus, atau mencurigai berlebihan apa yang dapat terjadi pada sebuah KKR atau pelayanan. Tidak semua terjadi dengan rekayasa. Jika pekerjaan Roh Kudus mengandung prinsip-prinsip hipnotis yang dapat direproduksi, atau diusahakan untuk ‘membantu memperkuat Roh Kudus dan pekerjaan-Nya’ maka satu saja yang tidak mungkin dimengerti yaitu apakah Allah mau menerima pertobatan yang tidak lahir dari kesadaran sendiri tentang dosa?
a-168
Hipnotis sebagaimana anda lihat di televisi dan hipnotis yang dipelajari oleh dokter ahli jiwa sangat berbeda penggunaannya. Hipnotis adalah kemampuan untuk mengendalikan pikiran seseorang untuk sebuah tujuan tertentu. Hipnotis yang dipakai untuk mengobati disebut hipnoterapi. Misalnya mengubah kesukaan seorang dari merokok menjadi tidak merokok, dsb.
Semuanya berangkat dari kenyataan bahwa alam bawah sadar manusia memiliki ‘storage’ yang dapat dibangkitkan, dibersihkan dan dikendalikan, serta diubah. Hipnotis atau mengendalikan pikiran orang, yang anda lihat di televisi adalah contoh kerawanan yang bisa timbul karena mengendalikan pikiran orang adalah perbuatan yang tidak beda dengan menguasai seseorang. Dalam ilmu kdokteran hipnotis hanya boleh digunakan dengan persetujuan orang yang akan dihipnotis. Tujuannya juga hanya terbatas dan bukan untuk tujuan ‘entertainment.’
Itu sebabnya hipnotis tidak seharusnya menjadi alat entertainment apalagi kejahatan.
Seorang hamba Tuhan sebaiknya tidak menggunakan hipnotis dalam pelayanannya, tidak mencobanya dan tidak mempelajarinya untuk tujuan praktek. Hipnotis saat ini sangat mudah dipelajari. Dengan 15 menit kemampuan anda menghipnotis orang akan dapat dipraktekkan.
Tetapi, sekali prinsip itu melekat dalam diri seseorang, sangat sulit melepaskan diri dari praktek hipnotis. Hipnotis adalah cara cepat mengubah orang, situasi dsb. Hipnotis dapat menjadi alat Iblis di tangan mereka yang didorong oleh ketidak taatan, keinginan dan hawa nafsunya untuk populer, menguasai orang, dan kekayaan. Hipnotis hanya layak dipakai dalam dunia kedokteran dengan pengawasan ketat dan persetujuan cerdas orang yang akan dihipnotis.
Bagaimana membedakannya? Kecuali dengan karunia membedakan roh oleh seorang hamba Tuhan yang sunguh-sungguh, maka tidak mudah membedakan apakah sesuatu dihasilkan dari hipnotis atau tidak. Tetapi barangkali jika unsur ‘entertainment’ dan ‘mempesona’ lebih kuat daripada ‘perubahan’nya, maka anda dapat menduganya bahwa unsur hipnotis dicampur di situ. Roh Kudus tidak pernah bekerja dalam diri seseorang dengan maksud mempermainkan orang atau tidak membawa kepada pertobatan pikiran, jiwa dan hati. Roh Kudus memberikan kepekaaan tetapi Ia tidak pernah menyerahkan ‘penguasaan atas orang’ kepada tangan manusia.
Kiranya Tuhan memberkati!
Artikel oleh: Budi Setiawan




Comment please...
I will give my own opinion at the next thread. Thank you.
God bless you..








Sumber