Di dunia purba, ada pendeta tinggi atau pemimpin agama suatu pemujaan bahkan para penyihir tidak melakukan semua kegiatan ajaib dengan sihir. Bukankah mereka juga bisa menyihir? Ya, tentu saja tapi daripada menjalankan ritual yang melelahkan jiwa dan raga, mereka memilih jalan pintas dengan tidak menggunakan sihir. Mereka hanya memakai trik sulap (Metode sihir palsu ada banyak persamaannya seperti yang dijelaskan seorang dukun yang membongkar kepalsuan dari para dukun termasuk tindakan paranormal palsu yang ia lakukan). Semua rahasia “kesaktiannya” disimpan rapi dan hanya diberikan turun temurun kepada penerusnya. Dan pengikut aliran kepercayaan itu percaya bahwa pemimpin mereka mempunyai kekuatan sakti yang bisa memotong leher makhluk hidup dan menyambungkannya kembali, mengubah tongkat menjadi ular dan bahkan dapat menciptakan benda apa saja dari topi sihirnya. Hingga sekarang sebagian orang percaya bahwa pesulap itu punya kekuatan magis.
Magic dalam bahasa Indonesia berarti sulap atau bisa juga sihir. Karena persamaan arti inilah salah satu penyebab sulap (magic) di Indonesia masih dikaitkan dengan unsur negatif. Kita bisa memaklumi karena masyarakat kita masih kental terhadap dunia gaib. Perlu diketahui juga bahwa magic berasal dari kata magu / magos. Kata tersebut sama dengan kata Majus (suatu suku bangsa di Madai yang mempunyai jabatan imam di kerajaan Persia). Arti kata tersebut menjadi semakin luas di dalam Perjanjian Baru karena menunjukkan kepada semua orang yang melakukan sihir.
Dalam dunia sulap, metode yang dipakai adalah manipulasi audio-visual dan alat bantu (gimmick). Dengan adanya pengalihan perhatian, sugesti, duplikat dan penyembunyian terjadi persepsi yang menuntun pada pemahaman yang salah. Kesalahan logika yang disengaja membuat orang berkesimpulan bahwa seorang pesulap melakukan sesuatu yang mustahil dan aneh tapi nyata. Sulap membuat orang seolah-olah telah melihat semua yang terjadi tetapi sebenarnya mereka hanya melihat sebagian saja. Pengalihan perhatian membuat penonton hanya melihat awal dan akhir dari atraksi sulap, sedangkan bagaimana seorang pesulap melaku-kan triknya tidak diperhatikan.
Menjadi pertanyaan kontroversial bagi seorang pesulap Kristen. Apakah kita boleh menyampaikan Firman Tuhan dengan sulap? Bukankan sulap itu penuh tipuan? Jika kita menipu, bukankah itu sama saja dengan berbohong? Dan jika berbohong berarti apakah pendeta, guru Sekolah Minggu, Pembina Rohani atau orang Kristen yang bermain sulap itu berkenan di mata Allah? Dan apakah memang benar sulap itu memakai bantuan kuasa kegelapan? Samakah sulap sekarang dengan sulap zaman dahulu?
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akan saya bahas pada postingan berikutnya mengenai seluk beluk dunia sulap, alasan dan cara pemakaiannya untuk mengajar atau menyampaikan kebenaran Firman Tuhan khususnya untuk pelayanan di Sekolah Minggu, Pemuda-Remaja atau di tempat dengan tujuan dan konteks yang sama.
Postingan ini sebenarnya dari webku di multiply, namun dengan beberapa refrensi dan revisi dari data, buku, majalah maupun percakapan langsung dengan beberapa tokoh yang disebutkan dalam Artikel Goslep Magic by Wezt Lee.
Adapun Bibliografi yang saya pakai adalah:
Adapun Bibliografi yang saya pakai adalah:
§ Alkitab, LAI, Jakarta, 1999.
§ Aritonang Jan S. Dr., Berbagai Aliran Di Dalam dan Di Sekitar Gereja, terbitan BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2003.
§ Barnes Albert, Albert Barnes Notes on the Bible 1798-1870, e Sword ® Version 7.1.0 © 2000-2004, Rick Meyers, USA.
§ Baron Harry, Seni Bermain Sulap, Pionir Jaya.
§ Corbuizer Deddy, Mantera, BIP, Jakarta, 2005.
§ Daniel Purnomo Pan. Dr, Menjawab Pertanyaan-Pertanyaan Kontemporer, SAAT, Malang, 1997
§ Dominggus Cornelius, M. Div, Pelayanan Okultisme. AT APT Jakarta, 2001
§ Ensiklopedia Alkitab Masa Kini II, Yayasan Komunikasi Bina Kasih / OMF, Jakarta, 1998
§ George Schindler, Seni Sulap Untuk pemula, Dahara Prize, Jakarta, 2005.
§ Gunawan Adi W, “Hypnosis The Art of Subconscious”, Gramedia Jakarta, 2005.
§ Hogan Kevin, The Psychology of Persuasion. Professional Books, Jakarta, 1997.
§ Joko, Raja Sulap, Aneka, Solo, 1993.
§ Lee Robertson Randolph, 25 Permainan Sulap Asyik, PBMR ANDI, Yogyakarta, 2005
§ Marijoen V. M. Sulap Hiburan, Dahara prize, Semarang, 1992.
§ Masruri, Sulap Ilmu Ghaib, Aneka, Solo 2002.
§ Oermarjoedi A Kasandra, Psi. Pendekatan Cognitive Behavior Dalam Psikoterapi, Creativ Media, Jakarta, 2003.
§ Orr James M.A., D.D., International Standartd Bible Encyclopedia, e Sword ® Version 7.1.0 © 2000-2004, Rick Meyers, USA.
§ Pardede Pontas, Ph. D., Masa Antar PL PB, Intheos Surakarta, 1993.
§ Peter Eddy. Dr, Hermeneutik Sejarah, Metode & Prinsip Interpretasi Alkitab, AT APT Jakarta, 2003.
§ Rahardja Bing, Sulap Gospel Apakah Itu?, Ku Ak Kui, Jakarta, 2004.
§ Tenney Merrrill C, Survey PB, Gandum Mas, Malang. 1992.
Footnote telah saya hapus karena ada beberapa pembaca telah mengkopi paste di web maupun di blognya sebagai karya tulis pribadi. Sebuah perbuatan yang tidak terpuji. Semoga yang membaca Blog saya ini masih punya hati nurani dan etika dalam dunia maya.
Anyway... Saya kan tetap menulis untuk memberi wawasan, berita dan pengetahuan tentang Gospel Magic, khususnya untuk saudara seiman dalam Yesus Krisus.
Mari kita memberitakan Injil sampai Tuhan datang.
Amin!
Life is Magic.
from my multiply
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.