Jumat, 17 September 2010

Bolehkah memakai sulap dalam gereja dan pelayanan?

Seekali lagi, SULAP BERBEDA DENGAN SIHIR: SULAP MEMAKAI TRICK UNTUK MEMBUAT ILUSI KEAJAIBAN SEDANGKAN SIHIR MEMAKAI KUASA KEGELAPAN UNTUK MEMPERTUNJUKKAN KEAJAIBAN. Walau tampak sama, sama-sama menciptakan keajaiban dan mempertunjukkan fenomena yang luar biasa namun sulap dengan sihir adalah dua hal yang berbeda. Mungkin masih ada yang tidak terima, tapi itulah kenyataanya. Sulap berbeda dengan sihir.

Namun, bagi sebaigan orang timbul satu pertanyaan : Apa alasan kita sebagai orang percaya menggunakan sulap untuk menyampaikan firman Tuhan?
s



·                  Ada beberapa alasan yang dapat saya kemukakan di sini. Alasan yanng paling utama adalah Matius 28:19-20. Yesus mengatakan bahwa kita sebagai orang yang telah diselamatkan harus memenuhi Amanat Agung. Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia dan mengajar mereka. Metode pengajaran itu ada banyak, kita dapat memilihnya sesuai dengan konteks yang tepat. Jika Yesus memakai metode perumpamaan, mengapa kita tidak boleh memakai ilustrasi sulap? Bukankah ilustrasi tersebut juga memakai alat peraga yang menjadsi perumpamaan dalam pengajaran? 
·                  Film yang paling baik dalam melukiskan tentang Yesus (The Passion of The Christ) menggunakan teknik sulap untuk membuat adegan ketika tangan Yesus dipaku. The Making of The Passion of The Christ menunjukkan bagaimana Jim Caviezel memakai sebuah tangan palsu (tangan mekanik) sehingga tampak seolah-olah tangan pemeran Yesus itu benar-benar dipaku dan mengeluarkan darah (metode yang sama dipakai pada sulap-sulap yang melibatkan bagian tubuh manusia, misalnya trik dengan selubung jempol, membelah tubuh menjadi dua bagian terpisah, dan lain-lain). Hal itu bukan berarti Jim Caviezel membohongi kita namun atas kerja sama dari Mark Killingsworth (Make up special effect), kita dapat melihat bagaimana film tersebut membuat kita lebih mengerti dan membayangkan bagai-mana peristiwa Yesus dipaku di kayu salib.

Dari sini kita dapat melihat bahwa sulap itu boleh dipakai untuk menyampaikan kebenaran Firman Allah. Sulap yang dipakai yang dipakai bukan untuk berbohong atau untuk membohongi orang lain tetapi hanya untuk memberikan ilustrasi visual. Apa bedanya melihat teknik sulap di dalam rekaman film dengan pertunjukan yang sama tetapi dilihat langsung? Bukankah perbedaanya hanyalah pada masalah “siaran langsung” dan “siaran tunda”?

·                 Penggunaan alat peraga sulap adalah salah satu metode kreatif agar pendengar / murid dapat menyerap sebanyak mungkin dan bertahan lama (ini juga merupakan salah satu alasan mengapa guru Sekolah Minggu sering memakai alat peraga dalam pengajarannya).




Dengan penjelasan saya ini maka tampak jelas perbedaan Sulap dan Sihir. Apa alasan kita sebagai orang percaya menggunakan seni sulap untuk menyam-paikan firman Tuhan? Ya, tentu saja.




Jika kita melihat dalam PL, bukankah Allah pun menyampaikan isi hatiNya dengan berbagai cara. Ada yang melalui mimpi, bertemu langsung, penglihatan dan juga alat peraga. Contohnya seperti nabi Yehezkiel, ia dipakai Tuhan untuk melakukan beberapa peragaan cukup aneh-aneh pada zamannya untuk menyampaikan pesan firman Allah. Dengan demikian, kita juga dapat menggunakan sulap Injil. Sulap juga merupakan sarana yang efektif untuk menyampaikan Firman Allah kepada orang yang mempunyai bahasa yang berbeda dengan kita (saya sendiri sudah merasakannya, mengijil pada orang yang berbeda bahasa, mereke bisa mengerti). Selain itu kepada anak-anak kecil mereka ajan sangan senang karena dunia anak kecil merupakan dunia yang penuh keajaiban. Bukan hanya itu saja, pemuda-remaja, bahkan kepada orang-orang dewasa juga kita bisa menggunakan sulap sebagai ilustrasi visual.

Daripada mempermasalahkan metodenya, yang penting Injil dapat disampaikan, mereka percaya dan semakin dikuatkan imannya pada Yesus. Dengan kuasa Roh Kudus, pasti banyak jiwa akan dimenangkan.

Alkitab adalah Firman Allah yang diilhamkan tanpa salah, oleh sebab itu apa yang diajarkan oleh Alkitab itu merupakan kebenaran Allah.

Kebenaran Allah itu dapat kita sampaikan dengan cara yang kreatif melalui ilustrasi: Gospel Illustration atau Ilustrasi Injil yaitu GOSPEL MAGIC.

Dengan demikian, jelaslah bahwa metode penyampaian Firman Tuhan itu bisa bermacam-macam namun mempunyai satu esensi yaitu berdasarkan Firman Tuhan.

Cara bisa berbeda, namun dasar pengajarannya tetap satu yaitu Injil.



Life is Magic

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.