Minggu, 27 November 2016

Siapa Raja Sebenarnya di Kartu Remi?

Fakta Sejarah, Mitos, dan Interpretasi

Banyak orang percaya bahwa empat raja (King) dalam kartu remi mewakili tokoh-tokoh sejarah nyata seperti Raja Daud, Julius Caesar, Charlemagne, atau Alexander Agung. Kepercayaan ini populer sejak abad ke-17 dan terus berkembang hingga kini. Namun, secara ilmiah dan berdasarkan sejarah permainan kartu, identifikasi tersebut bukan standar internasional, tetapi berasal dari desain kartu Prancis (French playing cards) abad ke-15–17, terutama dari pabrikan kartu Lyon.

Meskipun begitu, mitos tersebut tetap menarik karena mencerminkan bagaimana masyarakat masa itu memaknai simbol raja melalui figur-figur legendaris.

Berikut penjelasan lengkapnya.

1. King of Spades – Raja Daud?

Dalam tradisi kartu Prancis sekitar abad ke-16, King of Spades sering dikaitkan dengan Raja Daud, raja Israel dalam Alkitab Ibrani. Hubungan ini muncul karena Spade (♠) dianggap mewakili kebijaksanaan, militer, dan kepemimpinan rohani, karakter yang diasosiasikan dengan Daud.

Namun secara historis:

  • Tidak ada bukti resmi bahwa desain awal King of Spades dibuat khusus menggambarkan Raja Daud.

  • Identifikasi ini lebih merupakan tradisi populer yang muncul dalam literatur Eropa awal modern.

Dalam dunia ramalan dan cartomancy, King of Spades sering diartikan sebagai sosok:

  • berwibawa,

  • cerdas,

  • keras kepala,

  • atau hakim/pengacara yang kaku dan tidak mudah dipengaruhi.

Ini mencerminkan gambaran umum raja sebagai otoritas tegas, bukan profil psikologis Raja Daud secara literal.

2. King of Diamonds – Julius Caesar?

King of Diamonds dalam tradisi Prancis terus-menerus dikaitkan dengan Julius Caesar, pemimpin dan konsul Romawi yang terkenal sebagai negarawan strategis.

Alasan asosiasi ini:

  • Suit diamond (♦) melambangkan kekayaan, komersialisme, dan kekuasaan finansial.

  • Caesar terkenal sebagai penguasa yang memperluas kekuasaan Roma, mengelola ekonomi, dan memperkenalkan reformasi administratif.

Ciri visual yang sering disebut:

  • King of Diamonds terlihat seolah “melihat dengan satu mata”,

  • Memegang kapak di tangan kiri,

  • Tangan kanan terangkat seperti memerintah.

Namun secara sejarah:

  • Simbol-simbol tersebut bukan representasi akurat Caesar,

  • Melainkan hasil penyederhanaan artistik seiring penyalinan kartu secara manual selama ratusan tahun.

Dek Prancis mengalami banyak distorsi artistik:

  • tangan terpotong,

  • posisi senjata tidak konsisten,

  • bentuk wajah berubah karena teknik ukir kayu.

Jadi, hubungan langsung dengan Caesar lebih merupakan simbolik daripada faktual.

3. King of Hearts – Charlemagne (bukan Charles VII)

King of Hearts dalam tradisi historis hampir selalu dihubungkan dengan Charlemagne (Karl yang Agung), pendiri Kekaisaran Romawi Suci.

Namun internet sering menyebut Charles VII dari Prancis, terutama karena:

  • Kartu King of Hearts memegang pedang di belakang kepala,

  • Sehingga terlihat seperti “menusuk diri sendiri”.

Inilah asal istilah “Suicide King”.

Secara akademik:

  • Gambar pedang tersebut bukan simbol bunuh diri,

  • Tetapi akibat distorsi visual selama berabad-abad karena cetakan kayu dan penyederhanaan kartu.

Awalnya, pedang itu diarahkan ke samping, tetapi desainnya berubah menjadi seperti menyentuh kepala.

Charlemagne sendiri adalah simbol:

  • hati, keberanian,

  • kasih raja terhadap rakyatnya,

  • kekuatan moral dan spiritual.

Jadi mitos “Charles VII bunuh diri dan membawa pedang ke kepalanya” tidak memiliki dasar sejarah.

4. King of Clubs – Alexander Agung

Hubungan King of Clubs dengan Alexander the Great (Alexander Agung) adalah salah satu yang paling konsisten dalam tradisi Prancis.

Alasannya:

  • Suit club (♣) melambangkan pertumbuhan, tanaman, dan kehidupan—simbol ekspansi.

  • Alexander dikenal sebagai penakluk yang memperluas wilayah hingga India.

  • Gambaran king dengan gada atau tongkat sering dikaitkan dengan ikonografi militer Makedonia.

Namun, gambaran “pemalu” atau “pemurung” adalah penafsiran modern yang tidak memiliki dasar dalam sejarah Alexander sendiri. Secara faktual, ia:

  • karismatik,

  • agresif secara militer,

  • dan dikenal sebagai pemimpin yang sangat percaya diri.

Atribusi psikologis “pemurung” muncul sebagai hasil pembacaan cartomancy, bukan sejarah.

Kesimpulan

  • Identifikasi raja-raja dalam kartu remi dengan tokoh sejarah bukan fakta sejarah,
    tetapi tradisi desain kartu Prancis abad ke-16 yang kemudian berkembang menjadi mitos populer.

  • Tidak ada bukti bahwa para desainer kartu awal bermaksud menciptakan potret akurat para tokoh tersebut.

  • Kartu-kartu itu lebih mewakili ide arketipal raja (kebijaksanaan, kekayaan, keberanian, ekspansi) daripada individu yang spesifik.

Referensi

  1. Benham, W.G. – The Benham Book of Card Games.
    Menjelaskan sejarah visual kartu Prancis dan transformasi simbolik.

  2. Hargrave, Catherine Perry – A History of Playing Cards. Dover Publications.
    Salah satu kajian historis paling lengkap tentang permainan kartu dan ikonografi kerajaan.

  3. The International Playing-Card Society (IPCS)
    Artikel tentang ikonografi King, Queen, dan Jack dalam kartu Prancis.

  4. Museum of Playing Cards – Fournier Museum, Spanyol
    Arsip yang menunjukkan evolusi desain King sejak abad ke-15.

  5. “Standard French Pattern Kings” – World of Playing Cards
    Membahas identifikasi tokoh seperti David, Caesar, Charlemagne, dan Alexander.

1 komentar:

  1. Hire a Zoom Magician, I would like to say that this blog really convinced me to do it! Thanks, very good post.

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.